PENDAMPINGAN PANEN PADI OLEH BABINSA MENGGUNAKAN MESIN COMBINE HARVESTER

Situbondo – Minggu (05/3) bertempat di ds Patokan Upaya khusus (UPSUS) pertanian dalam meningkatkan hasil panen khususnya tanaman padi, melalui Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo telah membuat trobosan baru menggunakan alat mesin pertanian (ALSINTAN) baru dan modern yang didampingi langsung oleh Babinsa Koramil 0823/01 Kota Situbondo. Mulai dari pengolahan lahan dengan Hand Tractor, tanam bibit padi dengan menggunakan mesin tanam (Rice Transplanter) hingga panen padi menggunakan alat Combine Harvester.
 
Seperti yang dilaksanakan Serda Slamet, Babinsa Koramil 01/

Kota mendampingi  panen padi menggunakan mesin Combine harvester. Sawah milik bapak H Endi seluas 1 Ha dengan hasil Panen 7 Ton.

Menurut Keterangan dari Babinsa Serda Slamet desa Patokan, panen enggunakan mesin Combine Harvester jauh lebih cepat dibanding dengan tenaga manusia. Selain itu secara ekonomis dapat menekan biaya panen, karena biaya panen menggunakan Combine Harvester lebih murah. Alat ini memang terbukti sangat efektif karena dalam 5 jam dapat menyelesaikan panen padi seluas kurang lebih 1 Ha. Dan alat ini juga irit Bahan bakar Ujar beliau

Pada kesempatan ini Serda Slamet Babinsa Patokan berkesempatan mencoba alat panen padi Combine Harvester. Babinsa juga mengharapkan kepada petani yang tergabung dalam Poktan Patokan agar bisa menggunakan alat ini. Karena terbukti panen lebih cepat sehingga dapat mulai olah lahan untuk musim tanam selanjutnya. Lebih lanjut Babinsa juga mengatakan,.. “Pemerintah telah memperhatikan para petani, untuk itu diharapkan hasil panen bisa maksimal. Sehingga target swasembada pangan benar-benar bisa terwujud… Tegas Babinsa.(dy)

BABINSA MANGARAN IKUTI RAPAT EVALUASI KINERJA SUBLOK BERSAMA KELOMPOK HIPPA

Situbondo – Sabtu (04/3) Guna membahas program swasembada pangan tahun 2017, Babinsa Koramil 04/Mangaran Serda Edy sebagai Babinsa melakukan pertemuan dengan Kelompok tani (Poktan) beserta Kelompok Hippa, Kecamatan Mangaran. Pertemuan ini dalam rangka rapat Evaluasi kinerja Sublok.



Untuk menunjang kegiatan swasembada pangan dan memperoleh hasil yg optimal maka sistem pengairan persawahan harus diatur dengan baik. Hal ini perlu sistem dan pengaturan yg efektif oleh sublok sehingga seluruh petani dapat mengairi sawahnya dg adil dan semua dapat pengairan. Oleh karena itu evaluasi sublok perlu dilakukan bersama pok Hippa untuk yang disampaikan oleh Babinsa Serda Edi dalam pertemuan tersebut

Upaya tersebut untuk mendukung program Swasembada Pangan pada tahun 2017, dimana perlu ditindak lanjuti oleh para Babinsa di jajaran Kodim 0823/Situbondo. Sebelumnya Kodim telah melakukan kerjasama dengan Pemkab untuk menyukseskan program swasembada pangan berupa padi, jagung, dan kedelai (Pajale) itu. “Hasil rapat dengan beberapa kelompok Tani dan kepala BPP serta PPL Desa Bakka-Bakka.

Serka Edy menambahkan, jika kegiatan ini juga untuk tetap menjaga tali silahturahmi antara Babinsa, Pok Hippa dan Poktan."Kami Babinsa sebagai pendamping petani di lapangan mendukung sepenuhnya apa yang diinginkan oleh kelompok tani karena yang tau persis kondisi lahan dan musim adalah petani itu sendiri," terang Serka Edy .(dy)

PELATIHAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA


Situbondo – Sabtu (04/03) Sosialisasi di dsn muncel desa joglangan kec panji. Untuk mendukung penerangan yg ada didesa desa yg ada di wilyaah kab situbondo khususnya didaerah yg agak terpencil perlu adanya tambahan penerangan sehingga sistem penerangan dg tata surya perlu disosialisas

ikan kpd warga. Sosialisasi yg dihadiri oleh petinggi. babinsa dan babinkamtibmas serta warga masyarakat desa joglangan. Mendapat apresiasi oleh warga. Serda Rudiyanto babinsa desa Juglangan menghadiri sosialisasi tata surya perwakilan dari Koramil 0823/02 Panji
Pelatihan pembangkit listrik tenaga surya ini tepatnya bertempat di rumah makan milik pak teguh Dsn Muncel desa Juglangan. Tim pendamping dari Univ Katolik Widya Mandala Surabaya 14 orang terdiri : 8 org Dosen, 5 org Mahasiswa  di pimpin langsung oleh bpk Sitepu sekaligus dari  Dosen Univ Katolik Widya Mandala Surabaya, serta 150 orang pemuda dari desa Juglangan kec Panji dan desa Curah cotok kec Kapongan
Adapun yang hadir dari kegiatan ini  Kasi pemerintahan kec Panji, Kades Juglangan beserta perangkat, Kades Curah Cottok beserta perangkat desa, Babinsa dan Babinkamtibmas desa Joglangan dan desa Curah Cotok, BPD dan LPM desa Juglangan dan desa Curah cotok,
Kegiatan ini di prakarsai oleh kades desa Juglangan dan kades desa Curah cotok, sementara Kades Desa Juglangan menegaskan “ Dari pelatihan ini diharapkan Pemuda desa Juglangan dan Curah cotok bisa mandiri mandiri dengan dibentuk kelompok-kelompok sehingga membantu penerangan untuk di jalan-jalan pedesaan serta bias dibuat untuk mengairi tegal/area persawahan yang tandus bisa subur karena ada aliran air melalui pembang kit tenga surya tersebut.

EVALUASI PERKEMBANGAN DAN PROGARAM PKK DS.OLEAN DAN DS.TALKANDANG

Situbondo – Jum’at (03/3) bertempat di Balai Desa Olean dilaksanakan Rapat Evaluasi Perkembangan dan Program PKK khususnya di desa Olean dan Talkandang. Kapten Inf Marwito Danramil 0823/01 Kota SItubondo turut hadir dalam kegiatan ini. Perkembangan desa dan kelurahan di Kabupaten Situbondo dievaluasi. Evaluasi tersebut untuk menentukan status capaian hasil perkembangan desa dan kelurahan. Selain itu untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan aparatur dalam menjalankan aktivitas pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak sembilan aspek masuk dalam penilaian kali ini. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Jatim mengharapkan agar penilai profesional, objektif dan akurat dalam melaksanakan tugasnya. Sembilan aspek yang dinilai di antaranya, aspek pemerintahan dan kinerja, aspek tanggap dan siaga bencana.

Selain itu, jelasnya, ada juga aspek desa dan kelurahan berbasis teknologi informasi/e-government dan pendidikan, aspek pelestarian adat dan budaya, pengaturan investasi, ekonomi, dan penanggulangan kemiskinan, aspek identitas, batas dan inovasi, aspek inisiatif dan kreatif dalam pemberdayaan masyarakat serta pemberdaayaan kesejahteraan keluarga.

“Tim juga menilai aspek partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan dan peningkaatan kapasitas masyarakat, aspek keamanan dan ketertiban, dan aspek kesehatan,” jelasnya saat berada di Desa Olean dan Talkandang, Kabupaten Situbondo.
Lebih jauh ia mengatakan, desa dan kelurahan harus melengkapi RPJMDES, RKPDES, dokumen perencanaan kelurahan dan desa harus mempunyai data profil desa dalam dua tahun terakhir.  Adapun cara pengisiannya disesuaikan dengan Permendagri Nomor 12 Tahun 2007 dan Surat Penetapan Pemenang dari Bupati/Walikota.


Kades Olean mengatakan, kebanyakan masyarakat Desa Olean bekerja sebagai buruh harian lepas. Dua tahun terakhir, kata Kades Olean, fokus membangun ekonomi desa melalui BUMDes. Sudah terdapat empat unit usaha BUMDes seperti jasa angkutan, jasa penyewaan alat-alat prasmanan, pinjaman dana bergulir untuk modal dan usaha kios. Seratus persen masyarakat desa taat membayar PBB dan Desa Olean merupakan desa dengan jumlah terkecil penerima raskintis tingkat Kabupaten Situbondo.