MEMPERERAT SILATURAHMI, FORPIMDA SITUBONDO ADAKAH SAFARI RAMADHAN 1438 H

Situbondo - Sabtu (17/06/2017) pukul 16.50 s.d 17.55 WIB, bertempat di Kantor DPRD  Kabupaten Situbondo Jln.Kenanga no.1 Kelurahan Dawuhan  kec.kab.Situbondo telah dilaksanakan  kegiatan Safari Ramadhan 1438H. Tahun 2017 Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Situbondo bersama Pimpinan Anggota DPRD ,Kepala Organisasi Perangkat Daerah,Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Situbondo, yang dikuti sekitar 60 orang dengan penanggung jawab Ketua DPRD Situbondo (H. Basori Sonhaji, S.Ag).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya H. Dadang Wigiarto, SH (Bupati Situbondo), Ir. H. Yoyok Mulyadi, M. Si (Wakil Bupati Situbondo), Ketua DPRD Situbondo (H. Basori Sonhaji, S.Ag), Letkol Inf Ashari, S. Pd (Dandim 0823/Situbondo), Jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Situbondo dan Staf Pengadilan Negeri Situbondo, KH.Lutfi Ashari, Ketua FKUB H. Yusron Safrowi, Staf DPRD dan Jama'ah Safari Ramadhan

Kegiatan dimulai dengan diawali pembacaan ummul kitab dan Sholawat Nariyah dipimpin oleh KH. Lutfi Ashari, kemudian dilanjutkan Wib,Sambutan Ketua DPRD Situbondo, serta Cerahmah Agama oleh KH.Lutfi Ashari

Acara ditutup dengan pembacaan Do'a oleh KH.Lutfi Ashari, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan buka bersama. Setelah kegiatan buka bersama kemudian pada Pukul 17.25 WIB, pelaksanaan sholat Maghrib berjama'ah di Kantor DPRD Kabupaten Situbondo bertindak selaku imam sholat H. Yusron Safrowi. Pada akhir acara pada  Pukul  17.32 WIB, sholat Maghrib berjamaah selesai, dilanjutkan ramah tamah.

MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT DAN SEJAHTERA, DENGAN PROGRAM JAMBANISASI DIWILAYAH

Situbondo – Jum’at (16/06) Kepedulian Koramil 14/Jatibanteng Jajaran Kodim 0823 Situbondo dalam membantu masyarakat kurang mampu patut menjadi contoh bagi Dinas maupun instansi lain yang ada diwilayah. Walaupun dengan keterbatasan anggaran sering dialami dalam melaksanakan program jambanisasi, namun hal itu tidak menjadi kendala bagi Koramil 14/Jatibanteng.



Menurut Danramil 14/Jatibanteng, Kapten Inf Gede Darma, “Kegiatan ini dilakukan oleh anggota Koramil 14/Jatibanteng untuk  dapat meringankan beban rakyat, juga untuk menjalin komunikasi sosial guna memperkokoh kemanunggalan TNI – Rakyat, melalui kegiatan jambanisasi ini mari kita wujudkan masyarakat sehat dan sejahtera.” Jelas Kapten Inf Gede Darma, Jum’at 16/06/2017 saat berada dilokasi pembuatan jamban di wilayah binaannya.

Diakui oleh Danramil, dengan keterbatasan anggaran oleh karenanya pelaksanaan pembuatan jambanisasi kita laksanakan secara swakelola. “Meski dengan keterbatasan yang ada namun pengadaan jamban masih kita lakukan walaupun jika ada kekurangan akan kita koordinasikan dengan pihak desa, yang terpenting masyarakat bisa hidup sehat dengan memiliki jamban di rumah, tutup Danramil.

Salah satu penerima bantuan Jamban Bapak Mu’is menyampaikan, “saya sangat senang dan berterimakasih kepada Koramil Jatibanteng yang memberikan bantuan pembuatan jamban, sehingga kami tidak perlu lagi buang air di sungai, “kata Mu’is.

DANRAMIL KENDIT HADIRI PELANTIKAN PERANGKAT DESA



Situbondo – Kamis (15/06) Sama seperti desa-desa yang lain, desa Kendit mengadakan acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa yang terpilih dari seleksi atau tes yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Acara pengambilan sumpah dan pelantikan dilaksanakan di halaman depan kantor desa Kendit. Adapun yang hadir pada acara pelantikan itu yakni, perwakilan BPMPD., Sekretaris Camat Kendit, staf Kecamatan Kendit, perwakilan Kapolsek Kendit, Ketua BPD Kendit, Kepala Desa Kendit, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, serta Linmas, Turut hadir pula Danramil 0823/06 Kendit Kapten Chb Nashikin.

Pengambilan sumpah jabatan dikukuhkan oleh Kepala Desa Kendit melantik langsung para perangkat Desa yang disaksikan oleh Sekretaris Camat dan Ketua BPD Kendit.


Danramil 0823/06 Kendit dalam sambutannya memaparkan, agar para perangkat desa dapat menerapkan disiplin, baik disiplin saat jam kerja maupun di siplin berpakaian seragam saat dinas” ungkap Danramil. 

Tidak lupa juga Danramil berharap, dengan adanya perangkat desa yang baru dilantik, agar dapat bekerja lebih maksimal lagi, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal dan optimal. ungkapnya.

DUKUNG PENINGKATAN SWASEMBADA PANGAN BABINSA BUNGATAN TERUS BERI MOTIVATOR

Situbondo,– Rabu (14/06/2017) Bertempat di Wilayah Koramil 0823/15 Panji Jajaran Kodim 0823 Situbondo, Babinsa desa Sumber Tengah Kopka Darmaji untuk mendukung program pemerintah untuk meningkatkan swasembada pangan sedang melaksanakan pendampingan Han pangan panen Padi milik Bpk Karmuji 46 th warga Desa Sumber tengah Kec Bungatan


Babinsa Desa Sumber tengah Kec Bungatan menyampaikan bahwa, dalam rangka mendukung program swasembada pangan tidak boleh lengah tetap harus semangat dan sebagai motivator kepada para petani untuk menjadi contoh dalam menyukseskan program pajale khususnya tentang tanaman padi.

Untuk mendukung program tersebut serta untuk mencapai target, babinsa selalu memberikan pendampingan baik secara teori maupun praktek langsung agar program swasembada pangan dapat tercapai dan sukses dan diharapkan para petani menanam padi secara serentak bersama- sama, dengan pendampingan panen padi diharapkan hasil panen lebih baik produksi maupun produktivitasnya yang sangat bagus sehingga dapat membawa keuntungan bagi para petani karena semua tata cara kelola sudah sesuai anjuran dan arahan dari PPL maupun babinsa.

Dandim  0823  Situbondo Letkol Inf Ashari, S.Pd selalu memberikan penekanan dan motivasi kepada para Babinsa untuk mendukung program swasembada pangan diwilayah Desa binaan masing-masing, sehingga apa yang diharapkan oleh komando atau pemerintah bisa tercapai dengan baik dan berjalan dengan lancar.

Bpk Karmuji pemilik sawah mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Babinsa dan anggota TNl yang telah membantu kegiatan pengecekan ini. “Saya sangat senang  dengan kehadiran  Babinsa di desa kami yang selalu membantu para petani maupun masyarakat dan tidak pernah mengeluh, selalu semangat dan setia mendampingi para petani mulai dari awal pengolahan sampai dengan panen”, kata Bpk Karmuji. (dy)

PENYALURAN BANTUAN KEPADA GURU NGAJI DI KECAMATAN BANYUPUTIH 2017

Situbondo – Selasa (13/06) Penyaluran bantuan kepada guru ngaji di Kecamatan Banyuputih Tahun Anggaran 2017 diselenggarakan pada hari Senin tanggal 05 Juni 2017 (10 Ramadlan 1438 H) yang dihadiri oleh Bupati SItubondo, Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Bati Wanwil Koramil Banyuputih yang mewakili Danramil 0823/02 Banyuputih, Muspika, MWC NU Banyuputih, dan guru ngaji sewilayah Kecamatan Banyuputih sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta pembinaan kerokhanian sekaligus pengentasan buta huruf Bahasa Arab atau mengaji bagi kaum Muslimin. Pemberian bantuan ini diharapkan dapat lebih mendorong dan meningkatkan motivasi untuk membantu dalam memberikan pengetahuan agama khususnya kepada anak didik.

Diakui atau tidak, peran guru ngaji adalah sebagai ujung tombak atau garda depan dalam penyebaran misi Islam yang rahmatan lil ’alamin. Bahkan gerakan pembumian Al Qur’an, atau meminjam istilah yang dipopulerkan oleh Gus Dur di era 80-an yaitu pribumisasi Islam, sejatinya tidak terlepas dari upaya gerakan dakwah yang dilakukan oleh para guru ngaji yang mendidik generasi muda yang berakhlakul karimah.

Menjadi keprihatinan kita semua bahwa di tengah pusaran arus globalisasi dan liberalisasi telah terjadi penetrasi budaya yang mempengaruhi pemikiran para generasi muda melalui berbagai penjuru. Maka dengan terus meningkatkan dan mengajarkan nilai-nilai luhur Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. diharapkan mampu menjadi penangkal masuknya beberapa pemahaman yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma agama maupun sosial.

Melalui gerakan pendidikan keagamaan yang dipelopori oleh guru ngaji justru pendidikan karakter bangsa (national character building) menemukan relevansinya dengan esensi pembangunan nasional, yaitu pada dimensi pembangunan moril maupun spirituil yang sesungguhnya amat dibutuhkan selain pembangunan fisik, seperti membangun bendungan, gedung-gedung bertingkat, jalan raya, jembatan layang, apartemen, dan lain-lain. Apalah artinya membangun infrastruktur fisik yang megah dan mahal, jika tidak diimbangi dengan pembangunan morilitas bangsa yang kokoh maka bisa berdampak ambruknya sendi-sendi bernegara akibat meluasnya dekadensi moral para penyelenggara negara dan generasi mudanya. Jadi, prinsip dasar pembangunan karakter bangsa adalah pembangunan warga bangsa yang berakhlak mulia, unggul dan tangguh.

Secara sosiologis, peranan guru ngaji tidak sekedar agent of social change atau social engenering khususnya dalam pembinaan karakter masyarakat. Namun demikian, kiprah mereka merupakan alternatif pendidikan keagamaan (nonformal) yang menjadi solusi atas jawaban terkait kegagalan pendidikan di sekolah formal dalam memberikan pendidikan karakter kepada siswa akhir-akhir ini.

Sungguh mulia dan sangat terhormat, tindakan yang dilakukan guru ngaji di kampung-kampung yang melakukan bimbingan spiritual dan mengajarkan moralitas ke-Islam-an. Karena dengan jalan tarbiyah semacam itu generasi bangsa bisa diselamatkan dari ancaman dekadensi moral. Rusaknya moralitas generasi muda berarti ancaman nyata bagi masa depan sebuah bangsa.

Kebiasaan guru ngaji yang mengajarkan Al Qur’an dan ilmu-ilmu ke-Islam-an lainnya kepada para santri tentu didasarkan atas perintah Allah SWT dan Rasul-Nya serta sebagai tanggung jawab moral sebagai pemangku tradisi yang bertugas membimbing masyarakat menuju keadaban (mutamaddin). Tindakan mulia tersebut bukan semata-mata karena bentuk pertanggungjawaban sosial dan atau tuntutan etika religius seseorang, akan tetapi juga dapat dimaknai sebagai ritus yang secara otomatis terbentuk oleh proses indoktrinasi tradisi sebelumnya.

Penting disadari, kehadiran guru ngaji yang mengajarkan Al Qur’an dan pengetahuan ke-Islam-an lainnya merupakan bagian solusi keumatan yang sangat fundamental. Mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Al Qur’an kepada generasi muda bangsa. Membekali nilainilai dan ajaran Al Qur’an kepada setiap anak Muslim sangatlah penting, karena dengan begitu, keselarasan jiwa dan prilaku anak mudah terbentuk sejak awal. Sehingga membentuk pola hidup Islami dan tipikal karakter yang kuat pada diri anak sejak usia dini. Dengan spirit ini pula spektrum dakwah terus berjalan dari generasi ke generasi. Loyalitas guru ngaji terbagun karena mereka punya spirit dakwah yang bersemayam di lubuk sanubari masih terus menyala.