Serda Zaenudin Anggota Babinsa Koramil Suboh 0823-12/Situbondo Bersama Forpimka Dengan Masyarakat Giat Kerja Bakti Bedah Rumah Dari Team Sukarelawan

Situbondo - Babinsa Koramil 0823/12 Suboh Desa Ketah Serda Zaenudin giat kerja bakti bedah rumah dari team sukarelawan bedah rumah Kecamatan Suboh Dusun.Mandagin Kab Situbondo.Senin pagi pukul 07.00 s/d 15.30 Wib (29/7)

Dalam kegiatan kerja bakti bedah rumah di desa ketah kecamatan suboh yang di hadiri diantaranya  Camat Suboh (Suprapto SH beserta perangkat kecamatan), Kades Desa Ketah (Erwin soleh beserta perangkat desa), Kapolsek Suboh (AKP Madya), Danramil 0823/12 Suboh yang diwakili oleh Babinsa Desa Ketah (Serda Zaenudin), Uptd Puskesmas Suboh, KKN Unej Jember, Team relawan bedah rumah Kecamatan Suboh dan Masyarakat Dusun Mandagin Desa Ketah

Babinsa Desa Ketah Serda Zaenudin tergugah untuk membantu pembangunan rumah milik Ibu Saliha
Kegiatan pun dilaksanakan bersama Aparat Desa Ketah dan Tim baksos Kecamatan Suboh serta di bantu warga. Kegiatan ini semata mata bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta hidup layak bagi warga yang kurang mampu.

Memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat sesuai UU No 34 tahun 2004 tentang TNI di dalam pasal 7 salah satu tugas pokok TNI adalah oprasi militer untuk perang dan operasi selain perang, salah satunya membantu pemerintah di daerah setempat.

Semoga dengan adanya kegiatan ini kita dapat mewujudkan situasi keharmonisan keakrapan kerukunan dan kenyamanan antara TNI-Rakyat.
 

Ibu Saliha mengungkapkan rasa terima kasih terhadap apa yang di lakukan oleh Babinsa Ketah Serda Zaenudin  yang sudah bersedia membantu dan meringankan beban masyarakat. (Pen 23)

Serda Erwan Anggota Babinsa Koramil Mangaran 0823-04/Situbondo Melaksanakn Pam Menyambut HUT RI Yang Ke 74 Giat Festival Seni Budaya

Situbondo - Babinsa Desa Trebungan Serda Erwan melaksanakan pengamanan kegiatan festifal seni budaya lokal Desa Trebungan dalam rangka menyambut HUT RI yang ke 74
Kegiatan tersebut yang di ikuti 10 peserta trdiri dr masing" Dusun  yang ada di wilayah Desa Trebungan Kec. Mangaran Kab. Situbondo.Senin Pagi Pukul 07,00 s/d 10.30 Wib (29/7)

Babinsa Serda Erwan berharap kegiatan festifal seni budaya lokal mampu menjadi sarana pemersatu Bangsa selain itu Babinsa juga ingin agar budaya lokal bangsa Indonesia harus selalu dipelihara dan dilestarikan agar budaya tersebut tetap tumbuh dan berkembang di Bumi Pertiwi karena budaya lokal selain menjadi tontonan juga bisa menjadi tuntunan, Ungkap Erwan

Selain itu festifal seni budaya lokal tersebut sebagai media sosialisasi karena budaya lokal merupakan seni budaya tradisional Indonesia yang tidak hanya sebagai tontonan tapi sesuai tuntunan dalam kehidupan masyarakat, budaya lokal harus kita jaga kelestariannya agar tidak musnah tergerus perkembangan zaman, jelas Babinsa.

Harapanya dengan kehadiran Babinsa dan Babinkamtibmas di tengah-tengah Masyarakat seperti pada festifal seni budaya lokal kali ini dapat membuat acara aman hingga selesai acara tanpa ada tindakan- tindakan yang tidak di inginkan yang terjadi. (Pen 23)

Personel TMMD 105 Banyuwangi Mengecat Rumah Warga yang Ditempatinya


Banyuwangi/Situbondo - Tentara TNI mengecat rumah warga yang menjadi hunian para personel TMMD 105 Banyuwangi di desa Dasri dan Setail. Hal tersebut merupakan bentuk rasa terimakasih kepada warga yang telah berkenan rumahnya ditinggali para tentara tersebut, Minggu (28/7/2019).

"Terimakasih kepada masyarakat yang sudah mengizinkan kami tinggal dirumah mereka. Saya mewakili seluruh personel Satgas TMMD ini mengucapakan terimakasih banyak," kata Lettu Arm Fredi Agam.

Mereka, kata Lettu Fredi, sudah menjadi ibu indekos yang baik bagi kami. Mereka juga perhatian dan peduli. Penuh kasih sayang dan juga menganggap kami sebagai keluarganya.

Jadi teringat, lanjut Lettu, ada anggota yang pernah cerita bahwa ibu-ibu pemilik rumah tinggalnya sangatlah cerewet. Tidak boleh tidur malam, tidak boleh makan sedikit, waktu ibadah suruh berhenti bekerja sejenak.

"Bahkan pernah ditempat kerja, saya dan kawan-kawan dikirim makanan untuk makan siang. Perhatiannya itu sudah seperti ibu sendiri," kata Lettu Fredi menirukan perkataan anggotanya.

Alhamdulilah, kata Lettu Fredi, kita diterima disini. Semoga TMMD 105 Banyuwangi ini akan menjadi sebuah cinderamata yang benar-benar akan mereka kenang dalam generasi penerus mereka kelak. (Pen 23)

Pewarta: Agung Sedana

Satgas TMMD 105 Banyuwangi Tak Kenal Hari Libur

 Banyuwangi/Situbondo - Satgas TMMD 105 Banyuwangi tetap bekerja meskipun tanggal merah. Hari minggu yang notabene merupakan hari libur untuk semua orang tak pernah mereka rasakan lagi dalam satu sasi ini, Minggu (28/7/2019).

Demi terselesaikannya program tersebut sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Seluruh personel terlihat memacu semangat semakin tinggi setiap harinya.

"Ketahuilah batasmu dan lampauilah. Tak kenal hari libur, tak kenal rasa manis, kita telan segala kepahitan. Karena kita percaya rasa manis akan timbul saat semua sudah terselesaikan," kata Lettu Arm Fredi Agam.

Tanggalkan seragam dan pangkat, kita membaur dan membangun bersama masyarakat, kata Lettu Fredi. Seteguk air dan sesuap rebusan umbi-umbian dari warga selalu menjadi teman setia kelelahan kami.

"Tidak ada hari tanpa bekerja, tidak ada waktu berlibur untuk setiap pekerjaan. Semangat dan tetap berusaha sebaik mungkin," kata Komandan Kompi Satgas TMMD 105 Banyuwangi tersebut. (Pen 23)

Pewarta: Agung Sedana

Mengapa TMMD Menjadi Harapan Masyarakat

Banyuwangi/Situbondo  – Desa Setail Kabupaten Banyuwangi sebenarnya tidak terlalu terpencil wilayahnya, namun kondisi sarana dan prasarana di Desa tersebut yang masih relatif kurang layak, kondisi jalan yang bertahun-tahun tidak tertangani dan lain-lain menjadi bagian dari ketertinggalan Desa tersebut.

Daerahnya dengan situasi pekampungan yang berkelompok terpecar-pencar dalam kondisi akses jalan yang sempit dan makadam menjadikan kesulitan tersendiri untuk mengembangkan diri.
Bersama Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Yang sekaligus sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 105 Letkol Inf Ruli Nuryanto saat kami berbincang-bincang dilokasi TMMD menyampaikan inilah mengapa TMMD ini masih menjadi harapan masyarakat.

Lebih lanjut Letkol Inf Ruli Nuryanto menyatakan bahwa TMMD yang sudah ada selama kurang lebih 40 tahun yang lalu itu awalnya ABRI Masuk Desa (AMD) seiring perkembangan dan paradigma TNI sehingga namanya berubah menjadi TMMD, namun demikian perubahan nama tersebut tidak merubah visi dan misi TMMD itu sendiri dalam rangka membangun desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Seperti yang dilakukan di Desa Setail Kec Genteng  Kab Banyuwangi  ini seluruh pekerjaan yang dilakukan secara faktual memiliki faktor kesulitan masing-masing dan yang paling utama adalah akses jalan masuk sehingga material tidak dapat diturunkan mendekati pekerjaan, sehingga perlu tenaga manusia untuk mengusung secara manual.

Kondisi tersebut menjadi kondisi yang biasa dilakukan oleh TNI dan dianggap bukan suatu kendala yang berarti sehingga pembangunan-pembangunan dilokasi-lokasi seperti itulah yang banyak diberikan kepada TNI untuk dilakukan pengerjaan baik dengan Karya Bakti TNI maupun dengan skala yang lebih besar yaitu TMMD.

 Dari penyelenggaraan TMMD tersebut ada beberapa keuntungan yang didapat oleh TNI diantarnya secara strategis dalam rangka membangun insfrastruktur masyarakat, membangun persatuan dan kesatuan serta memantapkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Sedangkan keuntungan bagi Pemerintah Daerah yang jelas dengan dilakukannya pengerjaan insfrastruktur dengan bersinergi dengan TNI tentunya akan menghemat anggaran pekerjaan sekitar 30 %, karena munculnya pemberdayaan tenaga manusia yaitu masyarakat bersama TNI dalam melaksanakan pengerjaannya. (Tim Tehknis Penrem 083/Bdj)(Pen 23)