MENDISKUSIKAN MASALAH DAN MEMUTUSKAN PRIORITAS PEMBANGUNAN, KEC JANGKAR ADAKAN MUSRENBANGDES



Situbondo – Salas satu anggota Koramil 0823/09 Jangkar jajaran Kodim  0823 Situbondo Batuud Koramil Jangkar Peltu Gunawan mewakili Danramil bersama Muspika Kecamatan Jangkar, tokoh masyarakat dan Kepala Desa Agel menghadiri kegiatan Musrenbang Desa Agel bertempat di Pendopo Desa Agel Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo, dalam rangka membahas tentang  pembangunan desa setempat. Senin (11/09/2017).

Proses pembangunan desa yang melibatkan peran serta warga masyarakat ini sering juga disebut dengan proses pembangunan partisipatif. Konsep musyawarah desa ini juga dimaknai sebagai ruang dan kesempatan berinteraksi antar warga untuk mendiskusikan sesuatu yang berkaitan dengan proses perencanaan pembangunan desa secara partisipatif.

Proses ini biasanya berakhir dengan pengambilan kesepakatan atau pengambilan keputusan bersama tentang program atau kegiatan prioritas untuk wilayah yang bersangkutan.

Berkaitan dengan kegiatan musyawarah desa tersebut, Batuud Koramil Jangkar Peltu Gunawan mewakili Danramil serta Kapolsek Jangkar turut hadir pada pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang dilaksanakan di desa binaannya.


Musrenbangdes merupakan agenda tahunan di mana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian di usulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan melalui badan perencanaan (BAPPEDA) usulan masyarakat dikategorisasikan berdasar urusan dan alokasi anggaran. 

DI SELA SELA LIBUR ANGGOTA KORAMIL BANYUPUTIH KARYA BHAKTI BERSAMA WARGA

Situbondo – Minggu (10/9/2017) Anggota Koramil 08/Banyuputih jajaran Kodim 0823/Situbondo dengan semangat bekerja memberikan motivasi kepada kurang lebih 30 orang Warga beserta anggota Banser turut hadir dalam kegiatan ini.

sekitar pukul 07.00 WIB kegiatan Karya Bakti di dusun Pandean Desa Wonorejo Kec. Banyuputih. Dengan tujuan memberikan kerja bakti merupakan kegiatan sosial yang berguna untuk membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai kotoran dan menjalin kebersamaan TNI dengan rakyat.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kerja bakti merupakan kegiatan sosial yang berguna untuk membersihkan lingkungan sekitar dari berbagai kotoran yang menganggu.  Misalnya membersihkan selokan atau got dari sampah agar air tidak mampet, menyiangi ilalang yang tumbuh di pinggir jalan maupun saluran irigasi.

PENDISTRIBUSIAN BANTUAN BERAS BERSUBSIDI

Situbondo - Sabtu (09/09/2017) sekitar pukul 10.30 WIB, telah dilaksanakan  pendistribusian bantuan beras bersubsidi (Tuan Rasidi) Provinsi Jatim di kantor Desa Tenggir Kec Panji Kab Situbondo.

Hadir dalam kegiatan tersebut  diantaranya Kades Tenggir Surnaedi, Bhabinkamtibmas Bripka Cuk Yudho, P., TKSK Panji Sukaryo, Petugas Tagana Sayuti Rahman, Pendamping Desa Irhambayanis.

Penerima bantuan / Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebanyak 306 RTS. Setelah dilakukan Verifikasi data penerima bantuan tersebut sebanyak 281 RTS, sedangkan sebanyak 25 RTS, tidak bisa menerima bantuan dikarenakan faktor Pindah domisili dan meninggal dunia, selanjutnya beras tersebut akan dikembalikan kepada pihak Bulog.

Setiap Rumah Tangga Sasaran (RTS) memperoleh bantuan beras bersubsidi provinsi Jatim sebanyak 10 Kg, dengan cara menukarkan kupon yang sudah diberikan kepada masing-masing Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) selanjutnya membayar uang tebus sebesar Rp 16.000.

BABINSA SERDA FAROK DAMPINGI PENDISTRIBUSIAN PUPUK

Situbondo – Jum’at (08/09) Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 08/Banyuputih jajaran Kodim 0823/Situbondo Serda Farouk Fadoli tepatnya sebagai Babinsa Desa Sumberanyar Kec Banyuputih melaksanakan pendampingan kepada petani yaitu pendistribusian pupuk bersubsidi yang ada di Desa Sumberanyar agar tidak terjadi penyelewengan di lapangan. Hal ini dalam rangka meningkatkan swasembada pangan untuk mewujudkan Upaya khusus (Upsus) Padi, Jagung dan kedelai (Pajale) yang diprogramkan Presiden RI Joko Widodo.
  
Dalam pendampingan tersebut, Babinsa Koramil 08 Banyuputih Serda Farouk Fadoli berkoordinasi kepada Kepala UPTD Banyuputih dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sumberanyar Kec. Banyuputih untuk dapat membantu warga Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo dalam pendistribusaian Pupuk bersubsidi. dan koordinasi yang telah disepakati, Kepala UPTD Banyuputih bersama PPL Desa Banyuputih sangat antusias terhadap para Babinsa yang telah mendampingi pendistribusian pupuk yang ada di Desa Awar-awar.

Serda Farouk Fadoli menyampaikan bahwa "Ini merupakan bentuk perhatian kita sebagai aparat Negara yang tugasnya untuk melayani dan membantu masyarakat. Supaya kedepan harapan kita ekonominya dapat berubah lebih baik lagi," ungkapnya.

HINDARI IMPOR PANGAN, KODIM 0823 TERUS ADAKAN RAKOR PERCEPATAN LTT DAN SERAPAN GABAH

Situbondo - Kamis (07/09/2017) Kodim 0823/Situbondo melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka percepatan luas tambah tanam dan serapan gabah di wilayah Kab. Situbondo yang di selenggarakan di Aula Makodim oleh staf teritorial, yang di ikuti kurang lebih 100 orang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Kodim 0823 (Letkol Inf. Ashari S. Pd) pemimpin rapat,  Kepala dinas pertanian (Ir. Kuntadi ), Anggota BPS (Badan Setatistik Situbondo), seluruh Danramil jajaran Kodim 0823, Perwakilan gapoktan tiap-tiap Kecamatan. Serta tidak lupa dihadiri langsung Kasub DIVRE Kab. Bondowoso (Bapak Adhekan).

Acara diawali dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan Komandan Kodim 0823 Letkol Inf. Ashari S. Pd beliau menyampaikan Untuk melaksanakan ketahanan pangan kususnya pajale (padi jagung dan kedelae) kena apa demikian karena supaya negara kita tidak impor lagi, Kena apa kita dikumpulkan disini karna tuntutan supaya kita melaksanakan percepatan tanam, dan pada tahun 2020 nanti kemungkinan Tol akan terrealisasi untuk itu dengan adanya sarana jalan Tol kita harus memanfaatkan dengan baik untuk itu kita kembangkan pertanian, perikanan, dan peternakan. Pesannya.

“Cara tanam yang baik disampaikan dengan cara jajar legowo, maka dari itu kita harus berubah cara tanam kalo kita tidak mau berubah selamanya kita tidak akan maju, dan yang disampekan oleh mentri pertanian kita harus maju dan mengghindari Impor pangan’. Terang Dandim 0823

Tidak lupa Kadis Han Pangan Kab Situbondo Ir. Kuntadi dalam Sambutan menyampaikan tentang hama wereng coklat yang menyerang pada padi yang mana cara penangananya sangat sulit, Karena dari penelitian-penelitian kami ini mengharap para petani bisa menggunakan pupuk organik karna lahan kita sudah sangat kritis oleh sebap itu kalau kita tidak mengunakan organik kita tidak mungkin mendapatkan hasil yang maksimal. Ungkapnya

Lebih lanjut Ir. Kuntadi menyampaikan Kondisi pupuk yang di serap tanah kita hanya 50% saja jika bahan organik kita yang ideal maka target kita sangat mudah memenuhi target keberhasilan, Kita atisipasi akan kelangkaan pupuk tapi tidak karna kita akan ujicoba pupuk organik kita yang akan kita gunakan, Kita banyak ternak maka kita harus memanfaatkan kotoran ternak kita utuk di ubah menjadi pupuk organik yang baik. Tandasnya.

kasub DIVRE Kab. Bondowoso (Bapak Adhekan) juga menyampaikan dalam sambutannya  menyampekan hasil rapat di Korem 083/Bdj memang betul bahwa ketahanan pangan untuk penyerapanya gabah ada dibulog tapi sangat kecil petani kita menjual kebulog karna harga lebih tinggi daripada harga diluar. ujarnya.

Lebih lanjut Bapak Adhekan menyampaikan Tanam mitra, kami telah mendatangi mereka tapi ternyata juga kendalanya juga tentang harga yang tidak sesuai dan petani sendiri juga tidak mau rugi, Dari sisi lain tapi jangan kawatir walaupun hanya bisa menyerap 20% tapi bulog kita bisa bertahan sampek 7 bulan kedepan. tapi kami juga berterimakasih pada petani kita yang penjualanya gabah ke bulog, bahwa beras kita bisa sampek kesaudara saudara kita yang di Irian dan Madura. Ungkap Kasub Divre Bulog Bondowoso.

Selanjutnya sesi Tanya jawab tang ditanyakan oleh salah satunya Gapoktan Muja menanyakan tentang kelangkaan pupuk serta tentang harga bulog yang rendah dan mengapa di luar bisa lebih tinggi, ujar salah satu penanya bapak Agus.

Komandan Kodim 0823 Letkol Inf. Ashari S. Pd menjawab pertanyaan tersebut menyampaikan Dengan adanya Babinsa kita bukan ahli tani tapi untuk mensupport, mengawal bagi petani-petani kita, termasuk mengecek pupuk alsintan yang didukung dari pemerintah, dan sewaktu Gapoktan maupun petani menemukan kendala di lapangan sebisanya melapor ke Koramil maupun babinsa setempat, tentang pupuk yang langka dikarenakan penggunaan pupuk yang tidak sesuai jatwal pengeluaran pupuk misal pupuk bulan Oktober digunakan di bulan September itulah yang menyebapkan kelangkaan pupuk.

Tentang selisih harga Letkol Inf. Ashari S. Pd menjawab apa yang menyebapkan harga bulog rendah karena ulah selep selep besar yang selalu mengambil harga lebih tinggi, sedangkan bulog untuk harga telah ditentukan oleh pemerintah itulah yang menyebapkan perbedaan harga di lapangan. terang Dandim.