Dalam Rangka Pasca Pemilu 2019, Kodim 0823/ Situbondo Gelar Apel Pagi

 Situbondo - Apel pagi di ambil oleh Pasi Ops Kodim 0823/Situbondo Kapten Inf Syamsuri dengan penekanan beberapa perhatian  diantaranya agar masing-masing personel memperhatikan protap pengamanan yang sudah ditentukan, tugas pengamanan yang dilaksanakan adalah membantu perkuatan kepada Polri, hal ini yang patut kita perhatikan bersama.Selasa Pukul 08.00 wib(21/05)

Pasi Ops Kodim 0823/Situbondo Kapten Inf Syamsuri mengatakan, bahwa apel ini sesuai surat telegram Danrem 083/BDJ No ST/203/2019 tanggal 13.Maret.2019 Tentang Perintah untuk mengerahkan personil disatuan dalam rangka pelaksana an kegiatan pengamanan (ON CALL) pada pemilu Tahun 2019, jadi jangan jadikan alasan untuk tidak menghadiri Apel yang telah menjadi rutinitas kita,” kata Pasi Ops.

Ditujukan untuk mewujudkan pemilu 2019 yang damai dan tenteram sehingga diperlukan kerja sama antara Polri, TNI, instansi pemerintah, toko agama serta masyarakat di Kaur.

ini merupakan kerja sama antara TNI dari instansi yang ada di kaur dan toko masyarakat, toko agama untuk  bersama dan mewujudkan pemilihan umum 22 Mei 2019 damai dan tenteram,” jelas Pasi Ops.(Pen 23).

Koramil 0823-12 Berbagi Takjil, Mengawali Acara Buka Puasa Bersama Yang Digelar Muspika Suboh - Situbondo


Situbondo - Berjalan nya Bulan Ramadhan 1440 H Muspika Suboh menggelar acara buka puasa bersama yang dihadiri Koramil 0823-12/Suboh, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Kantor Kecamatan Suboh, Senin 17.00 s/d selesai (20/5).

Acara buka puasa bersama yang digelar secara sederhana penuh khidmat tersebut disertai dengan kebersamaan dan kekompakan para stake holder di Kecamatan Suboh.

Pada kesempatan yang baik tersebut, Danramil 0823-12/ Suboh Kapten Inf. Gede Darma menyampaikan kegiatan buka puasa bersama ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas semua nikmat yang diberikan sekaligus untuk menjalin hubungan silaturrahmi, kebersamaan dan kekeluargaan dengan seluruh komponan masyarakat sekitar.

"Kami berharap agar komunikasi sosial yang sudah terjalin dengan baik ini, tidak hanya sampai disini, namun akan terus kita bina dan tingkatkan sehingga sinergitas TNI dengan seluruh komponen baik Pemerintah Kecamatan, Polsek maupun dengan seluruh komponen masyarakat berjalan sesuai harapan.

Dandim 0823/Situbondo Letnan Kolonel Inf Akhmad Juni Toa S.E.M.I.P.ol, memberikan apresiasi kepada jajarannya untuk senantiasa melakukan silaturrahmi dengan seluruh lapisan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial.

"Bulan ini merupakan bulan penuh berkah yang sangat baik untuk dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan hubungan silaturrahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat maupun tokoh pemuda yang ada di wilayah binaan masing-masing," ujar Dandim.

Dengan demikian, sambungnya, akan tercipta hubungan kerja yang aktif dan harmonis antara TNI dengan seluruh lapisan masyarakat sehingga dengan sendirinya kemanunggalan TNI Rakyat akan terwujud.

Sebelum nya acara buka puasa dimulai Muspika bersama anggota Koramil dan Polsek Suboh sebelumnya diawali dengan pembagian ratusan makanan dan minuman sebagai takjil didepan kantor camat Suboh
(Pen 23)

Kodim 0823 Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke 111 Tahun 2019,Bersama Jajaran Forkopimda Kabupaten Situbondo

Situbondo - Dalam rangka  Upacara menperingati Hari kebangkitan nasional Kodim 0823/Situbondo besrta anggota dan Jajaran Forkopnda yangbertempat di halaman belakang Pemkab Situbondo JL.PB.Sudirman No.01 Kelurahan Patokan Kec./Kab.Situbondo telah dilaksanakan upacara peringatan Harkitnas ke 111 tahun 2019 dengan Tema " Bangkit Untuk Bersatu ".adapun petugas upacara: Irup :Wakil Bupati Situbondo (Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si ),Perwira upacara Kadis Kominfo dan Persandian (Dadang Aries Bintoro,S.Sos.Msi) Komandan upacara Sekretaris Kominfo ( Joko Nur Cahyono,S.STP ) diikuti sekira 300 orang,Ada pun dalam susunan pasukan :1SST Kodim 0823 Situbondo.1SST Polres Situbondo.1SST Sat.Pol PP.1SST Damkar,1SST Dishub.1SST Pusdal Ops Tagana.1SSK Korpri.2SST PGRI.1SST Paduan Suara gita praja kabupaten Situbondo,Senin Pkl.07.00 s/d 07.45 wib.(20/05).

Ada pun Yang Hadir dalam kegiatan al : 1. Wakil Bupati Situbondo ( Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.SI ) 2. Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo (Nur Slamet, SH, MH ) 3. Wakil Ketua PN Situbondo ( Ketut Suwarta,SH.MH ) 4. Kasdim 0823 Situbondo ( Mayor Kav.Suprapto) 5. Kabag Sunda Polres Situbondo ( Kompol Kasman,SH ) 6. Sekda ( Drs.Syaifullah,MM ) 7. Kepala Kemenag Situbondo (Drs. H. Atok Illah, M.Pd.I). 8.Jajaran OPD dan Camat Se Kabupaten Situbondo 9.Jajaran Perwira Polres dan Kodim 0823 Situbondo 10. Ibu Bhayangkara,Persit Candra Kirana, Darmawanita dan Tim penggerak PKK

Dalam amanat Menkominfo dibacakan oleh inspektur upacara Bpk Wakil Bupati Situbondo Ir.Yoyok Mulyadi.M.Si,Saudari-saudara  seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang saya hormati, Dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa". b. Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan "amukti palapa". Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan  yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.
   Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun  kita  untuk  mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.  Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita.
 
 Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang  telah  mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad.  Kuncinya ada dalam  dwilingga salin suara  berikut ini: gotong-royong. Ketika diminta merumuskan dasar negara  Indonesia  dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia,  Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas  ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya  inti, core of the core, adalah gotong-royong.Sumpah  Palapa  tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang  berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini.  Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah  eloknya jika kita wujudkan ucapan  terima kasih  atas pengorbanan  mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan  diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.
 Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan  penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan  sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak  diragukan  lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema "Bangkit Untuk Bersatu". Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.
 Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang  telah  mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad.  Kuncinya ada dalam  dwilingga salin suara  berikut ini: gotong-royong. Ketika diminta merumuskan dasar negara  Indonesia  dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia,  Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas  ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya  inti, core of the core, adalah gotong-royong.menurut Bung Karno: "Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong.  Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”
 Yel-yel “holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah Jawa, digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. Yel-yel ini disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata, bagaikan barisan burung bangau yang sedang terbang berbaris di angkasa. Bukan hanya di tanah Jawa, semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara.Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia. Sebagaimana diserukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di Depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 lalu, dari tanah Minang  kita diimbau dengan  petuah  ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’  .  Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi 'Sacangreud pageuh, sagolek pangkek’. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar  ‘Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. Dari Bumi Gora, kita diminta: ‘Bareng bejukung, bareng bebose’. Dari Banua Banjar kita bersama-sama  menjunjung  ‘Waja sampai kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong.
 
Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,Meski kita gali dari kearifan nenek-moyang kita yang telah dipupuk selama berabad-abad, namun sejatinya  jiwa  gotong-royong bukanlah  semangat  yang sudah renta. Sampai kapan pun semangat ini akan senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai sebuah tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan.Dengan  bertumpu pada  kekuatan jumlah sumber daya manusia dan  populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti  Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan  tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai  30 tahun mendatang.  Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita  harus  jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. 
(Upacara Harkitnas Ke - 111 tahun 2019) Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang keseratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. Selama kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman.

Kodim 0823/Situbondo Laksanakan Penutupan Gladi Posko -I "Baladhika Siaga 19" Tahun 2019

 Situbondo-Kegiatan Gladi Posko l  yang dilaksanakan selama 3 hari berakhir pada hari Rabu, 15 Mei 2019, yang ditutup oleh Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo di ruang data Makodim 0823 Situbondo

Dalam pelaksanaannya Gladi Posko-1 ini, dilaksanakan dengan melibatkan unsur-unsur terkait dalam melaksanakan operasi bantuan kepada Pemda diwilayahnya dalam rangka membantu mengatasi bencana alam seperti Banjir diwilayah Kodim 0823/Situbondo. Gladi posko I yang di laksanakan di Makodim 0823 Situbondo ini merupakan latihan untuk melatih personel dalam melaksanakan koordinasi yang mantap dengan prosedur yang benar kepada Pemda apabila terjadi bencana alam di wilayah.
Mengingat kabupaten Situbondo wilayah lembah dan pesisir utara yang merupakan daerah rawan Bsnjir, dengan demikian perlu di laksanakan pelatihan gladi posko rawan gempa  dan Tsunami yang nantinya  dapat di aplikasikan di lapangan, hal itu dapat di rasakan para staf Kodim 0823/Bsnyueangi dalam Tiga hari ini, semua unsur  yang terlibat dalam gladi, baik penyelenggara,pelaku,wasit maupun pendukung telah melaksanakan gladi posko dengan penuh kesungguhan.

Secara keseluruhan pelaksanaan dapat gladi posko ini telah memberikan manfaat bagi komando dan semua unsur  yang terkait, oleh karena itu  di harapkan pengalaman itu dapat di jadikan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan tentang pembinaan latihan dalam satuan.


Danrem 083 Letnan Kolonel Arm Budi Santoso dalam sambutannya saat penutupan Gladi Posko I tahun 2019 di ruang data Makodim0823/Situbondo menuturkan, melalui latihan Gladi Posko I ini saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, dan harapan saya agar pelaksanaan kegiatan gladi posko kedepan lebih semangat lagi, harapan saya agar kita lebih substansif dan personel yang kita miliki berapa dan material yang kita siapkan berapa maka itu yang kita jadikan masalah contoh ambulance serta keputusan cepat yang diperlukan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, Gladi posko ini sebenarnya untuk menjawab menguji satuan serta dapat melaksanakan segala tantangan bagi Kodim 0823/Situbondo dalam menghadapi bencana alam Banjir Bandang, harapan saya penyelenggara lebih mampu dari pada peserta oleh karena itu untuk pelaksanaan gladi posko kedepan agar lebih baik lagi serta lebih dipersiapkan. tuturnya

Dengan di tutupnya latihan gladi posko ini diharapkan dapat mencapai keberhasilan tugas pokok secara optimal,  konsekuensi yang  harus ditempuh oleh Kodim 0823/Situbondo adalah dengan meningkatkan profesionalisme keprajuritan terutama bagi Komandan dan Staf, oleh karena itu Komandan dan Staf Kodim dapat menyerap materi latihan untuk ditindak lanjuti dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas Kodim 0823/Situbondo dimasa yang akan datang, guna tercapainya  tugas pokok  secara optimal.(Pen 23)



Kodim 0823/Situbondo Gelar Gladi Posko - I "Baladika Siaga -19"


Sitibondo Selasa (14/5) Kodim 0823/Situbondo menggelar latihan gladi posko hari ke dua tahun 2019 dengan tema "Baladika Siaga 19" penanggulangan Akibat Bencana Alam, Pengungsian dan Pemberian Bantuan Kemanusiaan Dalam Rangka Operasi Militer Selain Perang”, Selasa.

Gladi posko yang digelar selama tiga hari dari tanggal 13 s/d 15 April 2019 itu sebagai upaya untuk menyiapkan kekuatan TNI dalam sebuah proses penanganan bencana alam.

Posko merupakan metode latihan taktis tanpa pasukan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan prosedur hubungan komandan dan staf dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan operasi bantuan menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan,” ungkap Dandim

Adapun tujuan dilaksanakannya gladi posko adalah untuk mengetahui sejauhmana kesiapan operasional jajaran Kodim 0823/Situnondo. Khususnya dalam mengimplementasikan protap-protap yang ada, jelasnya

Dandim 0823/Situbondo Letkol Inf Akhmad Juni Toa S.E. M.I Pol juga  mengatakan bahwa gladi posko dilakukan untuk meningkatkan hubungan komandan dan staf dalam merencanakan operasi dan melaksanakan olah yudha, menyelenggarakan komando pengendalian operasi serta menyelenggarakan implementasi prosedur dan tata kerja yang berlaku di suatu pos komando.

Dengan kegiatan yang dipusatkan di Makodim 0823/Situbondo, gladi posko itu mampu memantapkan tugas-tugas yang didapatkan dengan kemampuan yang memadai khususnya dalam menanggapi, menangani dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat dan tepat sehingga tidak berkembang menjadi kerawanan yang mempengaruhi stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan di daerah, kata Dandim.(Pen 23)